Mahasiswaku dari Tahun ke Tahun
Jumat, 28 Agustus 2009
Belajar Membuat Blog bersama Angatan 2009
Agar mereka bisa menyalurkan aspirasi pemikiran dan kreatifitasnya ke blog.
Sekalian menyumbang informasi ke dunia dan tunjukkan Mahasiswa planologi angkatan 2009.
Kita lihat nanti hasil blog nya mahasiswa-mahasiswaku.
Teruslah berkreasi anak-anakku.
Kamis, 27 Agustus 2009
Seminar Nasional Inovasi Pengelolaan Ruang dalam Keberlanjutan Ketahanan Pangan
SEMINAR NASIONAL
Inovasi Pengelolaan Ruang dalam Keberlanjutan Ketahanan Pangan
iNSpace‘09
Latar Belakang
Pada akhir tahun 2007, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) telah memperingatkan bahwa dunia sedang menghadapi krisis pangan. Krisis pangan ini ditunjukkan oleh naiknya harga pangan pokok di berbagai belahan penjuru dunia. FAO memperingatkan 36 negara menghadapi krisis pangan, sebanyak 21 di antaranya adalah negara-negara yang ada di Afrika. PBB menyerukan tindakan mendesak untuk meredakan krisis pangan global yang akan mengancam meluasnya konflik, kemiskinan dan kelaparan pada puluhan juta orang di seluruh negara berkembang.
Persoalaan krisis pangan juga berdampak pada Indonesia, dengan adanya krisis pangan tersebut telah memunculkan berbagai opini untuk menata ulang kebijaksanaan pertanian kita, salah satunya adalah kebijakan lahan abadi. Kebijakan tentang lahan abadi pertanian sebagai salah satu bagian dari Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) telah dicanangkan pada bulan Juni 2005. Untuk mewujudkannya, semenjak akhir tahun 2006, Pemerintah dan DPR telah menyusun Rancangan Undang-Undang Lahan Pertanian Pangan Abadi. Hal ini merupakan upaya untuk mengendalikan konversi lahan, penataan penggunaan dan pemanfaatan tanah yang kurang memiliki landasan yang kuat dalam hukum agraria nasional.
Tujuan
Seminar Inovasi Pengelolaan Ruang dalam Keberlanjutan Ketahanan Pangan diharapkan dapat memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan mengatasi krisis pangan dunia menuju keberlanjutan ketahanan pangan
Sasaran
Sasaran dari Kegiatan Seminar Inovasi Penngelolaan Ruang dalam Keberlanjutan Ketahanan Pangan ini adalah :
- Terjadinya partisipasi dari seluruh stake holder terkait dalam kebijakan keberlanjutan ketahanan pangan
- Munculnya ide-ide kreatif dan inovatif dalam penataan ruang agar terjadi keberlanjutan ketahanan pangan
- Tersosialisasikannya ide-ide kreatif dan inovativ ketahanan pangan ke berbagai media dan penyusun kebijakan
Topik, Judul dan Sub Topik Seminar
Topik Seminar | Inovasi Pengelolaan Ruang dalam Keberlanjutan Ketahanan Pangan |
Judul | iNSpace‘09 |
Sub Topik Seminar | · Planning, Management, & Governance · Community Participation · Engineering /Teknologi Pangan · Greenomics |
Keynote Speaker | · Dirjen Penataan Ruang/Menteri Pertanian |
Pembicara | · Gubernur Jawa Barat · Gubernur Gorontalo · Ketua HKTI · DR. IF Pornomosidhi |
Bentuk Kegiatan :
Seminar dilakukan dengan kegiatan Konferensi dari beberapa makalah yang masuk melalui Call for Papers.
Jadwal pemasukan makalah :
Abstrak masuk paling lambat tgl 15 Oktober 2009
Pemberitahuan penerimaan tgl 25 Oktober 2009
Makalah masuk panitia tgl 1 November 2009
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu Pelaksanaan | 9 November 2009 |
Biaya Seminar
Umum Rp 150.000,-
Pemakalah Rp 200.000,-
Mahasiswa Rp 75.000,-
Biaya meliputi seminar kit, sertifikat, dan konsumsi
Tempat pelaksanaan
Ruang Audiovisual Gedung Teknik Sipil (gedung 12)
Institut Teknologi Nasional Jl PKH. Mustopha No 23
Sekretariat Penyelenggara
Informasi Lebih Lanjut dapat menghubungi Panitia :
Jurusan Teknik Planologi ITENAS 022-7272215
Email : inspace.planologi@gmail.com
Humas :
Meitry Hening, ST, MT 081802129233 email : mdaluarti@gmail.com
Dine Firtianti ST 0811204413 email : dine_electra@yahoo.co.id
Wenny G, ST 08156167283
Rabu, 19 Agustus 2009
Mahasiswa Angkatan 2009

Mahasiswaku tahun 2009 berjumlah 24 orang, mereka berasal dari berbagai propinsi seluruh Indonesia. (2 orang dari Ternate, 2 orang dari pontianak, seorang dari bengkalis, dari Sorong dll)
Mereka adalah calon2 planner profesional nantinya (Amin). Masih panjang perjalanannya (4 tahun/8 semester). Tetapi 4 tahun itu ternyata tidak lama, alhamdulillah kemarin mahasiswaku angkatan 2005 sudah ada yg lulus Cum Laude lagi.
Saya sangat berharap mahasiswaku 2009 ini bisa lulus tepat waktu. Semoga saja saya bisa menghadiri wisuda mereka tahun 2013 nanti. Amiin.
Alhamdulillah, sebagian besar dari mereka sudah memahami profesi perencanaan. Motifasinya cukup tinggi, jadi ini merupakan modal awal mereka untuk menekuni profesi ini.
Tugas para dosen meningkatkan potensi dan prestasi mereka.
Selamat datang mahasiswaku. Sukses selalu dan kita akan bersama-sama belajar membangun negeri ini dengan profesi kita.
Jumat, 29 Agustus 2008
Mahasiswa Baruku
Sabtu, 30 Agustus 2008 ada acara yg saya tunggu-tunggu. Hari ini saya akan ketemu mahasiswa-mahasiswa baru jurusan Teknik Planologi. Saya ditunjuk jadi dosen walinya, jadi saya akan membimbing hingga mereka selesai.
Semoga saja tidak lama-lama, pengin nya sih... mereka bisa lulus 4 tahun semua.
Seperti angkatan 2001 sebelumnya, mereka sebenarnya sebagai besar lulus 4-5 tahun, tetapi ada saja yg masih tinggal. Hiks sedih...semoga mereka bisa segera lulus.
Melihat wajah mahasiswa-mahasiswa baru ini kelihatannya saya optimis mereka bisa lulus tepat waktu. Insya Allah.
Dukung saya yaa..adik-adik, semangat terus..Semoga saya nanti bisa mendampingi wisuda mereka 4 tahun lagi.
Eh lucu-lucu dan masih polos-polos wajah mereka, maklum baru lulus SMA. Nanti kita lihat lagi 4 tahun mendatang seperti apa wajah mereka..Wah pasti sudah lebih dewasa karena sudah banyak tantangan dihadapan mereka.
Semangat terus dan sukses selalu anak-anak ku.
Semoga Allah selalu membimbing kita semua lurus di jalan Nya
Kamis, 07 Februari 2008
Isue 4 : Kebutuhan ruang terbuka dan sosialisasi penduduk kota
Pemerintah kelihatannya belum memiliki perhatian terhadap hal ini. Jalan Surapati dengan jalan layangnya yang seharusnya berfungsi sebagai jalan arteri dipenuhi para pedagang, sehingga jalan ini praktis tidak bisa dilewati di setiap minggu pagi.
Penelitian yang bisa dilakukan :
- Ruang terbuka hijau seperti apa yang diperlukan penduduk kota ? Kita perlu tahu aspirasi penggunanya.
- Dimana dan syarat-syarat seperti apa yang diperlukan untuk sebuah ruang terbuka hijau untuk sosialisasi penduduk kota ?
- Bagaimana peran Mall-mall untuk wadah sosialisasi penduduk kota ? kita lihat remaja kumpulnya di mall-mall dan ibu-ibu setiap minggu pagi senam pagi di halaman mall.
- Hutan kota ? rasanya menjadi seperti mimpi untuk memiliki hutan kota ? Tetapi kota-kota besar dunia seperti Newyork punya hutan kota, Gubernur Rafles buat hutan kota di Singapura dan di Bogor. Kenapa kita tidak bisa ?
Wah ini rasanya mendesak di Kota Bandung dan kota-kota lainnya. Kebutuhan ruang berlatih bagi pengendara sepeda motor dan mobil. Saya masih heran, kenapa berlatih mobil bisa di jalan umum dengan cukup memberi tulisan "Latihan" ? apakah ini tidak berbahaya bagi yang berlatih dan pengguna jalan ?
Mestinya kita punya tempat khusus untuk latihan dan ujian SIM. Di jakarta fasilitas ini terdapat di Senayan. Ini bisa menjadi studi banding untuk pengembangan penelitian kebutuhan tempat latihan berkendaraan.
Isue TA 3 : Pasar Tradisional
Kenapa diberi nama pasar tradisonal ? apa tidak mungkin pasar tradisional menjadi pasar modern ?
Pasar tradisional identik dengan pasar yang kumuh, becek, penuh sampah, pasar tumpah yang bikin macet. Sebenarnya pasar ini memiliki eksistensi sendiri karena memiliki pasar/ pembeli tersendiri dan tumbuh sejak kota-kota baru mulai dibangun. Pasar ini juga banyak menyerap tenaga kerja baik yang bekerja di pasar atau para petani dan tengkulak yang memasok barang kebutuhan sehari-hari juga pengusaha warung tegal, pengusaha caterung dll.
Banyak penelitian yang bisa digali dari pasar tradisional ini, seperti :
Peran pasar tradisonal dalam perekonomian kota.
Sejarah perkembangan pasar dikaitkan dengan pola perkembangan kota (Ini bisa konsultasi lebih lanjut dengan P Pekik ahli sejarah perkembangan kota)
Penataan pasar tradisional
Penataan sistem transportasi sekitar pasar, untuk kasus ini bisa diperhatikan Pasar tradisonal kota-kota kecamatan, dimana transportasinya bercampur aduk antara pergerakan regional (bus), kota (angkot, kendaraan pribadi) dan lokal (becak, andong dll)